CIBINONG || Dugaan praktik tidak etis di dunia insan pers kembali mencuat. Seorang oknum wartawan diduga menerima uang dari APBD Kabupaten Bogor di lingkungan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) dengan nominal bervariasi dari Rp 100.000 hingga Rp 300.000 yang disinyalir bertujuan untuk jatah bulanan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dan fakta dilapangan, uang tersebut diduga setiap tanggal 22 atau tergantung permintaan Oknum Pejabat Bappenda Kabupaten Bogor menyesuaikan tanggal untuk dibagikan melalui dititipkan Security atau tempat petugas resepsionis yang nanti akan diambil Oknum wartawan yang jumlah hampir ratusan.
Dana tersebut diduga diberikan sebagai bentuk imbalan agar pemberitaan di media tersebut dapat dikendalikan sesuai kepentingan pihak tertentu dengan adanya dugaan banyaknya Pungutan Liar pada proses pembayaran pajak pendapatan daerah kabupaten Bogor.
Maka tindakan tersebut berpotensi melanggar Kode Etik Jurnalistik, khususnya terkait independensi pers dan larangan menerima suap dalam bentuk apa pun. Praktik semacam ini dinilai dapat mencederai kepercayaan publik terhadap profesi wartawan dan institusi media secara keseluruhan.
Kasus ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi organisasi pers dan Dewan Pers untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan kebenaran informasi sekaligus menjaga marwah dan integritas dunia jurnalistik.
Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait serta menyampaikan perkembangan informasi secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik.
Dari hasil investigasi Wartawan pura-pura sebagai warga menanyakan ke petugas Security yang bertempat di resepsionis tentang proses pembayaran pajak pendapatan daerah di Bappenda Kabupaten Bogor, Selasa (11/08/26) namun ada seorang oknum wartawan menghampiri security tersebut juga terang-terangan menanyakan soal pembagian jatah ditanggal berapa.
Hingga itu langsung sontak Wartawan yang pura-pura sebagai Warga mendengar pertanyaan oknum wartawan tersebut ke security. “iya bang coba di WhatsApp dulu Pak Mora nya, karena saya belum ada titipan dari atas.” Ujar security kepada Oknum Wartawan.




















