Tunggu Evaluasi Kemendagri, Pemprov Jabar Belum Ambil Keputusan Terkait Pinjaman Daerah

PAJAJARAN TODAY

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:31 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BANDUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) belum mengambil keputusan final terkait rencana pinjaman daerah Rp3,4 triliun ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Berbagai kemungkinan masih disiapkan sambil menunggu evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan 2026.

Mewakili Gubernur Jawa Barat, Herman mengatakan, Raperda APBD Perubahan 2026 beserta lampirannya telah dikirimkan kepada Kemendagri setelah melalui rapat paripurna DPRD Jabar. Pemda Provinsi Jabar kini menunggu hasil evaluasi tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kita tunggu dari Kementerian Dalam Negeri. Paripurna sudah dilaksanakan, Raperda tentang APBD Perubahan beserta lampirannya sudah kita kirimkan ke Kemendagri,” kata Herman di Gedung DPRD Jabar, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk memastikan perkembangan proses tersebut, Pemda Provinsi Jabar juga telah menugaskan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk berkoordinasi dengan pihak Kemendagri.

Sekda Herman berharap evaluasi oleh Kemendagri segera diselesaikan sehingga hasilnya dapat dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Informasinya mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan selesai. Baru kami sampaikan seperti apa tindak lanjutnya,” ujarnya.

Setelah evaluasi Kemendagri diterima, hasilnya akan dibahas oleh eksekutif dan legislatif. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) selanjutnya akan berkoordinasi dengan Badan Anggaran DPRD Jabar sebelum masuk ke tahapan penetapan sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia memastikan TAPD bersama jajaran Pemda Provinsi Jabar menyiapkan sejumlah skenario agar kebijakan yang diambil tetap berada dalam koridor kesehatan fiskal daerah.

“Pokoknya kami siap dengan semua kemungkinan. Dari sisi eksekutif, Pak Gubernur, kami di TAPD menyiapkan semua kemungkinan yang terbaik untuk Jawa Barat,” tuturnya.

Herman juga memastikan kondisi fiskal Jawa Barat saat ini masih aman dengan likuiditas yang terjaga. Karena itu, Pemda Provinsi Jabar memilih menahan langkah lebih lanjut sambil menunggu hasil evaluasi Kemendagri.

“Kalau sekarang kondisi fiskalnya aman, likuiditas terjaga. Makanya kita hold sampai dengan memastikan fiskal tetap bisa kita jaga, sambil menunggu evaluasi,” katanya.

Ia menegaskan, APBD Jawa Barat tetap dikelola secara terukur dan dapat dikendalikan.

Bagi Herman, kualitas pengelolaan keuangan daerah pada akhirnya tidak semata-mata diukur dari ada atau tidaknya pinjaman, melainkan dari kemampuan pemerintah mengelola APBD secara sehat, terukur, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

HUMAS JABAR
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat
Adi Komar

Berita Terkait

Si Geulis, Digitalisasi Pengelolaan Obat untuk Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik
PKL Tak Dilarang, Tapi Lapak Permanen di Trotoar Bakal Jadi Sasaran Penertiban
Ketua DPW SWI Jabar Pertanyakan Mekanisme Kerja Sama Media, Diskominfo Jabar Beri Penjelasan dan Tanggapan
Groundbreaking TPPAS Legok Nangka Dimulai, Pemkot Bandung Siapkan Armada Khusus
Ribuan Warga Padati Festival Asia Afrika, Bandung Semakin Mendunia
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Berita Terbaru