Isu Kepala BGN Ditangkap KPK adalah Hoaks, Ajak Publik Lawan Disinformasi

PAJAJARAN TODAY

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:17 WIB

5046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 2 Juli 2026 ,– Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan keprihatinan atas beredarnya informasi palsu (hoaks) yang menyebut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, ditangkap oleh KPK terkait dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Juni 2026.

Ketua PW Gerakan Pemuda Al Washliyah Provinsi DKI Jakarta, Dedi Siregar, menegaskan bahwa narasi tersebut merupakan informasi bohong, menyesatkan, dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga negara yang sedang bekerja menjalankan program strategis pemerintah.

“Informasi yang menyebut Ibu Nanik S. Deyang ditangkap KPK adalah kabar bohong. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya, apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Stop menyebarkan hoaks yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap lembaga negara,” tegas Dedi Siregar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PW Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan penyebaran hoaks. Informasi yang menyebut Kepala BGN Nanik S. Deyang ditangkap KPK tidak memiliki dasar fakta dan tidak didukung oleh satu pun pemberitaan dari media yang kredibel maupun pernyataan resmi dari lembaga terkait,” ujar Dedi Siregar.

Menurutnya, penyebaran informasi palsu tidak hanya merugikan nama baik seseorang, tetapi juga dapat mengganggu jalannya program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pemenuhan gizi.

Dedi menjelaskan bahwa saat ini Kepala BGN justru sedang memfokuskan berbagai langkah pembenahan agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan semakin efektif, akuntabel, dan tepat sasaran. Salah satu kebijakan yang tengah dilakukan adalah refocusing sasaran penerima manfaat dengan memprioritaskan kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta para siswa sekolah.

Selain itu, BGN juga mengedepankan efisiensi anggaran, perbaikan tata kelola, dan peningkatan kualitas layanan. Orientasi program tidak lagi semata-mata mengejar jumlah penerima manfaat, tetapi memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran, memberikan dampak nyata terhadap perbaikan gizi masyarakat, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.
“Kami menilai langkah tersebut merupakan bentuk komitmen dalam memperkuat kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” lanjutnya.

Dedi Siregar juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Menurutnya, penyebaran hoaks dapat menimbulkan keresahan dan menghambat upaya pemerintah dalam menjalankan program-program prioritas nasional.

“Berdasarkan fakta yang ada, klaim bahwa Kepala BGN Nanik S. Deyang ditangkap karena dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis merupakan konten palsu (fabricated content). Tidak ada satu pun media kredibel maupun informasi resmi yang membenarkan narasi tersebut,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, PW Gerakan Pemuda Al Washliyah Provinsi DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan program-program yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Mari bersama-sama melawan hoaks dengan mengedepankan literasi digital dan memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Jangan sampai berita bohong memecah persatuan dan mengganggu kerja nyata untuk kepentingan masyarakat,” tutup Dedi Siregar. (*)

Berita Terkait

Menjaga Marwah Mahkamah Konstitusi di Tengah Sorotan Publik
Pemuda Rawajati Barat Merasa Tak Pernah Dilibatkan, Karang Taruna Rawajati Diminta Transparan Soal Kegiatan Program
Oknum N Pungli ke Pengemudi Germor Sampah Kabur, Pengamat : Kasatpel Dipo Pancoran Terkesan Kebal Hukum Tanpa Sanksi DLH DKI Jakarta
PKL Rawajati Barat Kembali Berdagang Petugas Tak Ada, Pengamat : Tindakan Satpol PP Diduga Tidak Ada Artinya
Publik Apresiasi Kapolres Cimahi dan Jajaran, Ungkap 506 Ribu Obat Keras dalam 10 Hari
Petugas Tidak Tegas Tegakkan Perda, PKL Jualan di Bahu Jalan Rawajati Samping Kalibata City Menjamur
UMJ dan SWI Bangun Ekosistem Wartawan Profesional, Cerdas, dan Berintegritas
Rencana Kenaikan Gaji TNI Wujud Penghargaan Presiden Prabowo atas Pengabdian Prajurit

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat, UKW SWI Banjarmasin Jadi Momentum Memperkuat Tanggung Jawab Pers

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Satu Komando Selatan Satu, Rapat Kerja FBR Korwil Jaksel Susun Agenda Sosial‑Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Merasa Kebal Hukum Dibekingi Oknum Wartawan, Kasatpel LH Pesanggrahan Dugaan Pungli Tidak Diperiksa Kasudin dan Inspektorat

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Saat Berita tentang Dugaan Pelanggaran Anggota Diminta Hapus, Transparansi Polri Bid Humas PMJ Dipertanyakan Kembali

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Berkedok Retribusi Sampah Gemor Swadaya Warga, Pungli Jutaan Rupiah di TPS Dipo Pesanggrahan Dikawal Oknum Wartawan

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:43 WIB

Diduga Ladang Cuan Berkedok Retribusi Sampah Swadaya di Dipo Pesanggrahan, APH Didesak Bongkar Skandal Jadi Sarang Pungli

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:19 WIB

Menjaga Marwah Mahkamah Konstitusi di Tengah Sorotan Publik

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:10 WIB

Terbukti Hilangin Aset Negara Truk Sampah Dijual Tanpa Lelang, Oknum Mantan Petinggi Sudin LH Jakarta Barat Tak Tersentuh Hukum

Berita Terbaru

DAERAH

HIPKA Jabar Gelar Muswil III dan Lantik BPD se-Jawa Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:50 WIB